Kesan Awal Video Jajal Omoway OMO X, Motor Listrik Pintar yang Bikin Penasaran Omoway OMO X mulai mencuri perhatian di pasar roda dua Indonesia setelah sejumlah media mendapat kesempatan menjajal langsung motor listrik bergaya futuristik tersebut di kawasan Bogor, Jawa Barat. Uji coba yang berlangsung terbatas itu memberi gambaran awal mengenai karakter kendaraan, mulai dari desain, posisi berkendara, akses tanpa anak kunci, layar besar, audio, sampai rasa tarikan motor listriknya. Omoway sendiri menempatkan OMO X sebagai smart luxury motorcycle, bukan hanya motor listrik biasa yang mengandalkan tenaga baterai. Dalam sesi pengenalan di Bogor, pihak Omoway Indonesia menyebut konsep mewah pada OMO X lebih diarahkan pada interaksi antara pengendara dan kendaraan, serta rasa nyaman, stabil, dan aman saat digunakan.
Tampil Beda Sejak Pertama Dilihat
Kesan pertama terhadap Omoway OMO X langsung muncul dari bentuknya yang tidak mengikuti pola umum skuter listrik di Indonesia. Bodinya besar, garis desainnya tajam, dan tampilannya terlihat seperti kendaraan konsep yang sudah dibawa ke jalan raya. Dalam laporan uji singkat, motor ini disebut punya bodi seamless sepanjang 2.072 mm, dengan siluet kuat dan lampu LED horizontal yang memberi kesan agresif.
Bodi Bongsor tetapi Jok Tetap Rendah
Omoway OMO X memiliki dimensi besar. Data spesifikasi yang dipaparkan dalam sesi produk menyebut panjangnya 2.022 mm, lebar 858 mm, tinggi 1.211 mm, dengan jarak sumbu roda 1.500 mm. Meski begitu, tinggi jok dibuat 760 mm sehingga masih ramah untuk pengendara harian yang membutuhkan pijakan kaki lebih mudah saat berhenti.
Bodi besar ini membuat OMO X tampak serius. Ia tidak terlihat seperti motor listrik kecil untuk jarak dekat semata. Proporsinya mendekati skuter premium, tetapi dengan bahasa desain yang lebih berani. Bagian depan terlihat padat, bagian belakang lebih terbuka, dan posisi lampu belakang berada di sisi dekat ban. Bentuk seperti ini membuatnya mudah dikenali di jalan.
Desain yang Mengarah ke Motor Pintar
Omoway menampilkan OMO X sebagai motor listrik yang menggabungkan tampilan modern dengan sistem pintar. Di laman resminya, Omoway menyebut desain eksterior OMO X dibuat sebagai satu kesatuan dengan garis sederhana dan bentuk mengalir. Situs resmi juga menampilkan harga off the road mulai Rp 44,5 juta serta halaman pemesanan test ride dan pre order.
Pendekatan desain seperti ini membuat OMO X terasa tidak hanya menjual rupa. Pengguna diajak melihat motor sebagai perangkat digital bergerak. Hal itu terlihat dari layar besar, kontrol joystick, koneksi aplikasi, dan fitur kendaraan yang bisa diatur dari sistem elektronik.
Akses Tanpa Anak Kunci Jadi Pengalaman Pertama
Setelah mendekati unit, kesan canggih mulai terasa dari cara mengakses kendaraan. OMO X tidak mengandalkan anak kunci fisik seperti motor konvensional. Dalam uji singkat, akses kendaraan dilakukan melalui ponsel yang sudah terkoneksi dengan aplikasi. Laporan detikOto juga menyebut OMO X dapat menyala ketika Bluetooth aktif dan ponsel didekatkan ke bodi kendaraan.
Smartphone Menjadi Pusat Kendali
Penggunaan ponsel sebagai kunci membuat OMO X terasa lebih dekat dengan kebiasaan pengguna kendaraan modern. Pemilik tidak perlu membawa kunci tambahan, selama ponsel sudah terhubung dan akun kendaraan aktif. Sistem seperti ini juga memungkinkan pengelolaan akses ketika motor dipinjam orang lain.
DetikOto melaporkan bahwa akses kendaraan dapat diberikan melalui otorisasi akun di aplikasi resmi Omoway. Artinya, pemilik bisa mengatur siapa yang boleh menggunakan kendaraan tanpa menyerahkan anak kunci fisik. Fitur semacam ini menjadi salah satu pembeda OMO X dari motor listrik biasa.
Standar Samping Bisa Diangkat Lewat Tombol
Bagian yang juga terasa berbeda adalah pengoperasian standar samping. Dalam pengalaman uji JPNN, standar samping tidak perlu dinaikkan menggunakan kaki seperti motor pada umumnya. Pengendara cukup memakai tombol pada saklar kanan untuk menaikkan standar tersebut.
Fitur ini terlihat sederhana, tetapi memberi rasa premium saat digunakan. Pengendara tidak perlu menendang standar dengan kaki, terutama ketika posisi motor sedang miring atau ruang gerak sempit. Pada kendaraan besar, kemudahan seperti ini cukup terasa dalam pemakaian harian.
Layar Halo 10,25 Inci Jadi Pusat Perhatian
Masuk ke area kokpit, OMO X membawa layar besar bernama Halo dengan ukuran 10,25 inci. Layar ini menjadi pusat pengaturan kendaraan, tampilan navigasi, informasi berkendara, sampai fitur hiburan. Situs resmi Omoway menyebut layar tersebut sebagai layar interaktif pintar standar otomotif.
Tampilan Kokpit Seperti Kendaraan Digital
Layar besar membuat area kokpit OMO X terasa berbeda dari motor listrik kebanyakan. Informasi tidak hanya ditampilkan lewat panel kecil, tetapi melalui antarmuka besar yang dapat memuat navigasi, data berkendara, musik, dan pengaturan kendaraan. Dalam laporan JPNN, layar Halo disebut menghadirkan navigasi penuh, tampilan responsif, dan pengalaman penggunaan yang intuitif.
Penggunaan layar sebesar ini memberi kesan bahwa OMO X ingin membawa gaya kokpit mobil pintar ke motor listrik. Pengendara tidak hanya melihat kecepatan dan sisa baterai, tetapi juga bisa mengakses fungsi kendaraan lebih luas.
Joystick di Setang Kanan dan Kiri
Fungsi layar dikendalikan melalui joystick controller yang berada di sisi kanan dan kiri setang. Bagian kanan dipakai untuk mengoperasikan sejumlah mode berkendara, sedangkan bagian kiri digunakan untuk navigasi, musik, dan menu lain.
Penempatan kontrol seperti ini membuat pengendara tidak perlu menyentuh layar secara langsung ketika berkendara. Tombol di setang lebih aman karena tangan tetap berada di posisi kontrol. Namun, pengguna tetap perlu membiasakan diri karena sistem seperti ini berbeda dari motor umum.
Posisi Duduk Terasa Lega
Dengan bodi besar dan jok yang lebar, OMO X memberi ruang duduk yang cukup luas. Dalam sesi uji JPNN, pengendara dengan tinggi 187 cm merasa posisi duduknya lega. Jok yang dibuat lebih mendatar dan lebar membantu pengendara menyesuaikan posisi mengemudi.
Cocok untuk Pengendara Bertubuh Tinggi
Motor listrik berdesain ringkas kadang terasa sempit bagi pengendara tinggi. OMO X tidak memberi kesan seperti itu. Jarak sumbu roda panjang dan bodi besar membuat posisi kaki serta badan lebih leluasa. Tinggi jok yang tetap 760 mm juga membantu agar motor tidak terasa terlalu intimidatif saat berhenti.
Kombinasi bodi besar dan jok rendah memberi keseimbangan. Motor terlihat besar, tetapi tidak terlalu sulit dijangkau. Ini penting untuk pasar Indonesia karena tinggi badan pengendara sangat beragam.
Perlu Adaptasi karena Ukuran Besar
Meski terasa lega, dimensi besar tetap membutuhkan adaptasi. Pengendara yang terbiasa memakai skutik kecil mungkin perlu menyesuaikan diri saat bermanuver pelan, berputar di area sempit, atau parkir di tempat padat. Bobot dan bentuk motor belum sepenuhnya bisa dinilai dari uji singkat, tetapi ukuran fisiknya jelas menempatkan OMO X di kelas yang lebih besar.
Di sisi lain, bodi besar juga memberi rasa mantap saat motor mulai melaju. Untuk kendaraan listrik dengan tenaga besar, postur seperti ini membantu menghadirkan kesan stabil.
Tarikan Awal Halus, Torsi Besar Tidak Mengagetkan
Salah satu bagian paling penting dari motor listrik adalah rasa tarikan. Motor listrik biasanya punya torsi instan yang langsung keluar sejak gas dibuka. Pada OMO X, kesan awal yang muncul justru cukup halus. Dalam uji singkat JPNN, torsi disebut smooth saat pedal gas diputar dan tidak langsung menghentak seperti sebagian motor listrik lain.
Tenaga Besar tetapi Mudah Dikontrol
OMO X dibekali motor listrik dengan tenaga maksimum 13 kW atau sekitar 17,6 dk. Torsi puncaknya mencapai 320 Nm. Di atas kertas, akselerasi dari diam sampai 50 km per jam diklaim 3,3 detik, dengan kecepatan puncak 113 km per jam.
Angka tersebut cukup tinggi untuk motor listrik yang akan digunakan harian. Namun, pengaturan gas yang halus membuat tenaga besar tidak terasa liar sejak awal. Torsi baru terasa lebih kuat ketika pengendara membuka gas lebih dalam saat kendaraan sudah bergerak. Karakter seperti ini penting agar pengendara tidak kaget ketika berpindah dari motor bensin ke motor listrik.
Rute Uji Masih Terbatas
Uji yang dilakukan sejumlah media berlangsung di sekitar kawasan Bogor Sumarecon, Jawa Barat. Rutenya disebut tidak banyak rintangan dan sangat terbatas. Karena itu, kesan berkendara awal belum dapat menggambarkan performa penuh OMO X dalam perjalanan jauh, jalan rusak, tanjakan panjang, atau kemacetan padat harian.
Meski begitu, uji singkat sudah cukup untuk membaca karakter dasar motor. OMO X terasa ingin menawarkan akselerasi kuat, tetapi dikemas agar tetap mudah dikendalikan.
Suspensi Double Wishbone Jadi Pembeda Besar
Sektor kaki kaki menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan. OMO X memakai suspensi depan independent double wishbone, teknologi yang jarang digunakan pada sepeda motor. Umumnya, rancangan seperti ini lebih akrab pada kendaraan roda empat atau model roda dua tertentu dengan harga tinggi.
Stabilitas Terasa Lebih Meyakinkan
Dalam laporan uji, penggunaan Double Wishbone Independent Suspension disebut memberi stabilitas dan handling lebih presisi. Kumparan juga mencatat OMO X memakai suspensi depan independent double wishbone, sementara bagian belakang menggunakan swingarm model unit cast untuk menjaga stabilitas.
Suspensi depan seperti ini menjadi jualan besar karena berbeda dari teleskopik biasa. Jika bekerja sesuai klaim, pengendara bisa mendapat rasa lebih stabil saat menikung, melintasi permukaan tidak rata, atau melakukan pengereman.
Dirancang untuk Jalan Indonesia
OMO X juga disebut dirancang untuk kondisi jalan Indonesia, termasuk kemampuan melibas genangan air hingga 500 mm. Omoway sendiri menampilkan uji air 500 mm pada laman resminya dan menyebut kualitas serta keamanan tetap dijaga dalam kondisi hujan berat.
Kemampuan ini menarik karena banyak kota di Indonesia berhadapan dengan hujan lebat dan genangan. Namun, pengendara tetap harus bijak. Klaim kemampuan melewati air tidak berarti motor sebaiknya sengaja dibawa menerobos banjir dalam kondisi apa pun.
Fitur Keselamatan Lengkap untuk Kelasnya
Omoway OMO X tidak hanya mengandalkan layar dan desain. Motor ini juga membawa fitur keselamatan yang cukup lengkap. Kumparan mencatat sistem pengeremannya memakai cakram 260 mm dengan kaliper empat piston di depan dan cakram 240 mm dengan kaliper dua piston di belakang. Fitur keselamatannya mencakup dual channel ABS, traction control system, hill descent control, dan auto hold.
ABS dan TCS Jadi Standar Penting
ABS membantu roda tidak mudah mengunci saat pengereman mendadak. TCS membantu mengurangi kemungkinan roda kehilangan traksi ketika tenaga keluar terlalu besar. Pada motor listrik bertorsi besar, dua fitur ini menjadi sangat penting karena tenaga datang cepat dan senyap.
JPNN juga menyebut ABS dan dual channel TCS menjadi standar bawaan untuk memberi kontrol lebih baik di berbagai kondisi jalan.
Auto Hold Membantu di Kemacetan
Fitur auto hold menarik untuk motor yang sering dipakai di kota besar. Saat berhenti di tanjakan atau kemacetan, fitur ini dapat membantu motor tetap tertahan tanpa harus terus menekan rem. Untuk motor berbodi besar, bantuan seperti ini memberi rasa lebih santai saat berkendara di jalan padat.
Namun, pengguna tetap perlu memahami cara kerja fitur dengan benar. Fitur elektronik membantu, tetapi kontrol utama tetap berada pada pengendara.
Audio Bluetooth Bikin Karakter Makin Unik
OMO X juga membawa sistem audio dual channel Bluetooth. Situs resmi Omoway menyebut speaker Bluetooth pintar dual channel surround tersebut disetel oleh PSG. Dalam sesi uji JPNN, sistem audio ini dapat dioperasikan melalui Bluetooth pada ponsel.
Bukan Fitur Umum di Motor Listrik
Speaker bawaan bukan hal yang lazim pada banyak motor listrik. Kehadiran audio memberi kesan bahwa Omoway ingin membuat OMO X bukan hanya alat transportasi, tetapi juga perangkat gaya hidup. Pengguna dapat mendengar musik saat berhenti atau memakai audio dalam kondisi tertentu.
Meski begitu, penggunaan audio saat berkendara tetap perlu memperhatikan keselamatan dan aturan. Suara lingkungan seperti klakson, kendaraan lain, atau peringatan jalan tetap harus terdengar jelas.
Cocok dengan Konsep Motor Pintar
Audio, layar besar, aplikasi, dan navigasi membuat OMO X terasa seperti kendaraan digital penuh. Semua fitur itu saling menguatkan citra Omoway sebagai merek yang ingin membawa pengalaman berkendara pintar ke segmen roda dua.
Hal ini bisa menjadi daya tarik bagi pengguna muda, pekerja perkotaan, dan pencinta teknologi. Namun, pengguna yang lebih konservatif mungkin membutuhkan waktu untuk merasa akrab dengan banyaknya fitur digital.
Baterai dan Jarak Tempuh Jadi Modal Jual
OMO X memakai baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP dengan dua opsi kapasitas. Kumparan mencatat varian standar 5,38 kWh menawarkan jarak tempuh hingga 160 km berdasarkan WMTC, sedangkan versi long range 7,68 kWh mencapai 210 km. Pada kecepatan konstan sekitar 30 km per jam, jarak tempuh diklaim lebih dari 200 km untuk tipe standar dan sampai 260 km untuk varian long range.
Pengisian Bisa Lewat Beberapa Pilihan
Sistem pengisian dayanya disebut fleksibel, mulai dari charger 800 watt hingga stasiun khusus dengan waktu pengisian dari nol sampai delapan puluh persen sekitar 1,5 jam.
Bagi calon konsumen, bagian ini akan sangat menentukan. Jarak tempuh di atas kertas terlihat menarik, tetapi penggunaan harian bisa dipengaruhi gaya berkendara, berat pengendara, kecepatan, suhu, tekanan ban, dan kondisi jalan.
Infrastruktur Tetap Menjadi Penentu
Omoway tidak hanya menjual motor, tetapi juga membawa janji layanan. Dalam pengumuman pre order, disebut bahwa pelanggan early bird mendapat paket layanan yang mencakup garansi baterai 7 tahun, garansi motor listrik 6 tahun, pengisian daya gratis 5 tahun di lokasi Omoway Indonesia, bantuan darurat 5 tahun dalam radius tertentu, dan bebas biaya jasa servis 5 tahun.
Paket layanan ini menjadi penting karena motor listrik premium membutuhkan rasa aman purna jual. Calon pembeli tidak hanya melihat fitur, tetapi juga jaringan servis, ketersediaan pengisian, dan kemampuan merek menjaga unit dalam jangka panjang.
Harga Mulai Rp 44,5 Juta Off The Road
Untuk pasar Indonesia, OMO X hadir dalam dua varian utama, yaitu Smart dan Balance. Harga ritel standar off the road ditetapkan Rp 44,5 juta untuk tipe Smart dan Rp 61,5 juta untuk tipe Balance. Selama masa pre order, konsumen early bird mendapat insentif Rp 9 juta sehingga harga penawaran menjadi Rp 35,5 juta untuk Smart dan Rp 52,5 juta untuk Balance.
Deposit Rp 1 Juta dan Pengiriman Mulai Juni
Pemesanan dibuka melalui aplikasi Omoway dan situs resmi. Depositnya Rp 1 juta dan disebut dapat dikembalikan sepenuhnya. Pengiriman massal dijadwalkan mulai Juni 2026 berdasarkan urutan pemesanan.
Harga ini membuat OMO X masuk ke kelas yang cukup menarik. Ia lebih mahal dari banyak motor listrik harian, tetapi lebih murah dibanding sejumlah skuter premium bermesin bensin atau motor listrik impor yang harganya jauh lebih tinggi.
Ribuan Unit Disebut Sudah Dipesan
General Manager Omoway Indonesia, Yulong Chen, menyebut OMO X sudah terpesan ribuan unit, meski tidak merinci angka penjualannya. Ia juga menegaskan Omoway akan serius menggarap pasar motor listrik di Indonesia.
Jika angka pemesanan benar benar besar, ini menunjukkan pasar Indonesia cukup terbuka terhadap motor listrik yang membawa fitur berbeda. Konsumen tidak hanya mencari harga murah, tetapi juga mulai tertarik pada pengalaman berkendara yang lebih kaya.
Catatan dari Kesan Awal
Dari uji singkat, OMO X memberi kesan sebagai motor listrik yang benar benar ingin berbeda. Desainnya berani, aksesnya digital, kokpitnya besar, fiturnya lengkap, dan tarikan awalnya dibuat halus agar tenaga besar tidak mengagetkan pengendara. Namun, karena rute uji masih terbatas, penilaian penuh tetap perlu menunggu pengujian lebih panjang di jalan kota, jalan rusak, tanjakan, hujan, dan perjalanan harian.
Kelebihan yang Langsung Terlihat
Kelebihan pertama ada pada karakter desain. OMO X mudah menarik mata. Kelebihan kedua ada pada fitur digital yang lengkap, mulai dari kunci ponsel, layar 10,25 inci, joystick, audio Bluetooth, sampai pembaruan sistem secara OTA. Kelebihan ketiga ada pada rasa tarikan awal yang halus, meski motor memiliki torsi besar.
Kaki kaki juga menjadi modal kuat. Suspensi double wishbone dan fitur keselamatan seperti ABS serta TCS memberi posisi berbeda dibanding motor listrik lain di rentang harga yang sama.
Hal yang Masih Perlu Dibuktikan
Ada beberapa hal yang masih perlu diuji lebih jauh. Pertama, kenyamanan suspensi di jalan berlubang dan polisi tidur. Kedua, konsumsi baterai dalam pemakaian nyata. Ketiga, kemudahan servis dan kesiapan jaringan pengisian. Keempat, daya tahan sistem elektronik setelah dipakai lama di cuaca Indonesia.
Calon pembeli sebaiknya mengikuti sesi test ride sebelum memesan. OMO X menawarkan banyak fitur, tetapi rasa cocok tetap bergantung pada kebutuhan, ukuran tubuh, kebiasaan berkendara, dan kesiapan menerima teknologi baru pada kendaraan roda dua.
OMO X Membawa Warna Baru di Pasar Motor Listrik
Kehadiran Omoway OMO X memberi warna baru dalam pasar motor listrik nasional. Ia tidak datang sebagai motor listrik sederhana, melainkan sebagai kendaraan pintar dengan ambisi besar. Dari video dan kesan awal test ride, motor ini memperlihatkan arah yang menarik, terutama bagi pengguna yang ingin mencoba pengalaman berkendara berbeda dari skuter listrik biasa.
Menarik untuk Pengguna yang Ingin Motor Pintar
OMO X paling cocok untuk pengguna yang menyukai teknologi, ingin motor listrik dengan fitur lengkap, dan mencari desain yang tidak pasaran. Layar besar, akses ponsel, audio, fitur keselamatan, dan suspensi unik menjadi paket yang cukup kuat.
Bagi pengguna yang hanya membutuhkan motor listrik ringan untuk jarak dekat, OMO X mungkin terasa terlalu besar dan terlalu banyak fitur. Namun, bagi pembeli yang mencari motor listrik dengan karakter premium dan pengalaman berkendara canggih, OMO X jelas menjadi salah satu nama yang patut dicoba langsung.






